Agar Tak Mudah Sakit Hati

2009 May 29

Kebiasaan kita untuk menghilangkan rasa asli dari sebuah bahan dasar dengan mencampur bahan dasar tersebut dengan bahan-bahan lain, kadang membuat kita kehilangan informasi tentang kesejatian sesuatu. Contoh mudah, kita tidak pernah benar-benar mengetahui rasa daging ayam sebenarnya, yang kita tahu, hanyalah rasa Ayam Kari, Ayam masak habang, bistik ayam. Contoh lain, anak-anak muda pegawai kejaksaan didepan rumahku, kebiasaan bergaul dengan orang-orang sejenisnya yang biasa dididik dengan kesombongan, membuat mereka lupa bahwa mereka ternyata hanyalah anak muda biasa.

Mengapa hal ini menjadi penting? Perasaan sakit hati, kecewa dan tersinggung, adalah akibat dari hilangnya kewaspadaan kita terhadap Raw material, bahan murni yang asli dari apa adanya kita. Contoh, saat kita jatuh cinta, kita sering serta merta menambahkan bumbu-bumbu harapan kedalam perasaan cinta, membangung image agung tentang dia yang kita cintai, membuat diri sendiri lupa, bahwa orang yang kita cintai adalah orang yang punya potensi paling besar untuk menghancurkan kita. Mengapa bisa begitu? Karena sedikit saja dia melenceng dari harapan kita, saat itu juga dia telah melukai kita dengan menghancurkan harapan itu.

Mengapa aku menulis ini? Anggaplah sebagai bentuk kecil kecintaanku pada para blogresses kayuh baimbai yang memperkaya domain rasaku dengan prosa indah tentang kesedihan, kesakitan, dan cinta yang meninggalkan. 

Kesedihan itu pahit, namun pahitnya buah zaitun adalah bekal utama tentara romawi dalam membangun kekuatan dalam menaklukkan dunia. maka dari itu, aku ingin mentengahkan kembali ide-ide lawas untuk membangun mental konstruktif saat menghadapi kesedihan dalam cinta, jangan bilang aku tak pantas menulis ini, kemampuanku untuk mencintai beberapa wanita sekaligus pada waktu yang sama, membuatku bisa merasakan kesedihan berlipat-lipat saat ditolak beberapa wanita sekaligus dalam satu waktu :P (narsis ngga ya?)

Okey, agar tak mudah kecewa, mari membekali diri dengan pengetahuan tentang Qhada dan Qadar. Ini penting, karena kekecewaan adalah ujung dari keputusan kita atas sebuah pilihan dari beberapa pilihan yang tersedia. Saat kita memilih, sebenarnya kita berhadapan dengan beberapa probabilitas tak teraba yang disebut takdir. Beberapa buah takdir yang merupakan ujung dari tiap pilihan-pilihan tersedia disebut Qadar. Contoh, saat menuju banjarmasin, kita bisa memilih naik mobil, motor atau jalan kaki, tiga hal ini adalah sekumpulan pilihan. Sekumpulan takdir yang mengiringi pilihan itu adalah, sejuk (bila mobil ber-ac), Kepanasan (bila naik motornya siang hari terik), lelah (bila benar-benar jalan kaki). Tentu saja ini disederhanakan, maka kita sebut saja dengan takdir tereka. Kenyataan bisa saja tak seperti itu, naik mobil bisa tidak enak (bila bersama dengan pacar yang suka marah-marah), naik motor bisa sangat nikmat (saat seorang kekasih memeluk mesra), jalan kaki (ah, aku tak ada ide mau jalan kaki ke banjarmasin :P ).

Maka saat memilih, hendaklah kita sadari dulu, sekumpulan takdir tereka dan tak tereka, agar diri kita lebih siap dan tidak terluka saat harapan tak sesuai dengan kenyataan, karena kenyataan-kenyataan itu sesungguhnya sudah pernah hadir pada saat kita ingin menentukan pilihan, sebagai probabilitas tak tereka. Hal ini akan membuat kita tidak kecewa saat mendapati ayam masak habang masakan kekasih kita tidak enak, karena pada dasarnya ayam saja (tanpa bumbu, apalagi belum dimasak) memang tidak sesuai dengan lidah kita. Dan tetangga depan rumahku tak perlu diam saja dengan wajah angkuh saat kutegur ramah, karena bisa saja malam esok mereka kuteriaki dengan kasar. Memendam kekesalanku selama beberapa minggu, adalah bentuk kesadaranku akan probabilitas tak tereka makhluk sosial, menegur dengan pelan adalah kewajibanku untuk menjaga ketenangan anak-anakku, meneriaki mereka dengan keras adalah diriku dengan bumbu kesombongan sebagai generasi pertama warga komplek pinus indah jalan pinus 2 :P

Okey, ada kemungkinan kita tidak bisa menerima begitu saja keberadaan Qadar, bukankan kita telah berusaha sebaik mungkin dalam memilih? Mengapa masih menuju takdir tak baik? Seperti putus cinta, dicampakkan dan mungkin dilupakan? Lalu apa gunanya akal dalam proses memilih?

Baiklah, akal, perasaan dan nurani sudah bekerja sangat baik saat memilih (anggaplah begitu, kita abaikan kenyataan bahwa ada yang disebut dengan cinta butatatata). Namun, memang sampai disitu saja piranti diri kita, hanya bisa memilih dari beberapa pilihan, dan takdir-takdir selalu lebih banyak yang tak tereka.

Disinilah kita memerlukan apa yang disebut dengan Istikharah (minta Allah aja yang milihin), caranya begini, setelah bingung mau pilih siapa, yang mana atau bagaimana, ambil wudu, shalat dua raka’at, bacaannya terserah, tak ada surah-surah tertentu yang wajib dibaca (jangan terbelenggu dengan pendapat sebagian ulama, harus baca surat ini, atau surat itu, yang ujung-ujungnya membuat kita malas Istikharah karena gak hapal, ribet kan?)

baca doa berikut “Ya Allah, sungguh aku minta pilihin karena informasi yang kau miliki benar-benar meliputi. Tentukan bagiku Ketentuan-Mu, kumohon Kebaikan tak terabamu yang begitu besar, karena Kau tau aku tidak, Kau nentuin aku tidak, dan Engkau tahu semua yang tak terindera olehku. Bila menurut-Mu ini…..(sebutin apa/siapa), terbaik bagiku, bagi keber-agamaanku, kehidupanku, dan resiko tanggunganku, Tetapkanlah ia bagiku. Bila menurut-Mu tak baik, jauhkanlah aku darinya, ia dariku.” Kemudian laksanakan pilihanmu, tidak harus menggulung-gulung kertas undian dulu.

Apa gunanya? Toh setelah itu takdir tetap tak kita ketahui. Begini, dengan pengakuan kemanusiaan kita seperti diatas, maka kita akan diarahkan pada kebaikan, atau keputusan kita akan berujung pada takdir baik, meskipun mulanya tak menyenangkan, tapi pasti akan baik, tunggu sebentar lagi saja. Mungkin takdir kita bukanlah sesuatu yang kita impikan, namun sangat membahagiakan, hal ini disebut serendipity.

Mungkin cara diatas tidak berlaku untuk memutuskan menerima atau menolak ajakan ML dari pacar kita, atau mungkin pegang-pegang saja, meskipun sebagian, baik pria ataupun wanita, sama-sama menginginkannya(habis enak sih), saat itu kita harus menjawab tegas, “nikah dulu dodol! Enak aja!” atau begini “emangnya gue cowok apaan? Gue mungkin horni, tapi gak gampangan tau!” tegas dong, tegas!

Meskipun makin love sudah dianggap kewajaran (bagi sebagian), tetap saja itu gak baik (Allah gak suka, Suer!) agar terhindar, bayangkan takdir-takdir susah yang paling mungkin terjadi setelah kita melakukan itu. bagi yang sudah terlanjur susah, ucapkanlah ini “Ya Allah, aku rela dengan keputusan-Mu, demi cinta-Mu padaku, usaikanlah kesusahan ini, gantikan dengan kebaikan, sungguh aku telah salah gunakan kepercayaan-Mu.”

Bagi yang terlanjur cinta, dan rasanya gak bisa hidup kalau tidak dengan dia, boleh coba doa ini, “Ya Allah, aku cinta banget ama dia, bila menurut-Mu dia gak bae, please jadikan dia Bae, please… please… please…. muach.. muach…” (sama Allah ga perlu malu, okey!  )

Seorang gadis cantik, mahasiswi trisakti, pemain sinetron akhir 90-an, pernah berkata padaku, “aku gak mau lagi ketemu ama kamu, kecuali orang tua kamu datang ke orang tua aku, dan minta aku baik-baik buat kamu!” Wanita itu sekarang menjadi dokter gigi di Jakarta, hidup bahagia sebagai istri kawanku, lulusan amrik.

Aku juga pernah berkata pada seorang gadis di Bandung, “kita ga bisa ketemu, kecuali dikantor KUA besok pagi!”

Mungkin sekarang aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, namun dengannya, aku mempunyai semua kebahagiaan yang diperlukan seorang pria dari seorang wanita  see? It happens to me, it could happens to you too.

Sampai ketemu pada postingan berikut dalam, BAGAIMANA CARANYA KAWIN LARI YANG AMAN DAN KEMUDIAN DIRESTUI? Hehehehe… :P

Oh ya, aku lupa, Qhada, adalah keputusan Allah atas pilihan yang telah kita putuskan, apakah sesuai dengan keinginan-Nya, diampuni-Nya, atau tercela.

12 Responses leave one →
  1. 2009 May 29

    Qadha untuk saya biasanya memang tdk sesuai dgn yg saya inginkn. Jdi brharap saja yg sebaliknya, biar nanti tak kecwa.

  2. 2009 May 29

    curhat sekalligus narSis terselubung hehe

  3. 2009 May 30

    Ciumlah dgn Cinta….peluklah dgn mesra…resapi dgn sanubari….he…he…he…

  4. 2009 May 30

    @warm : he eh om lah….. om erwin ge curhat + narsis nieh… *geleng2 kepala*

  5. 2009 May 30

    tapajam tabincalak mebaca tulisannya

    Mungkin juga jgn menjadi orang yg perfecksionis, karena takutnya tidak sesuai dengan harapan

    • 2009 May 30
      Eoin permalink

      @zian: qadar maksudnya?
      @warm: senang ente bisa mengerti hehehe
      @widiya: please jgn panggil om lg, kesannya gimanaaa gitu… :p biarkan aku mengingkari kenyataan.. Panggil tante.. Huehehehe

  6. 2009 May 30

    Cieeh mantabb tante *ngeLirik jawaban dari koment benkyongeblog*
    Jgn2 dLu byk Cewenya nih .. :D

  7. 2009 May 30

    saya suka bagian yang ini :
    kemampuan untuk mencintai beberapa wanita sekaligus pada waktu yang sama, membuat bisa merasakan kesedihan berlipat-lipat saat ditolak beberapa wanita sekaligus dalam satu waktu
    mantap nian… hehehehe…

  8. 2009 June 3

    he..he..sama dengan pakacil nih..! cerita masa lalu…ya..!

  9. 2009 June 3

    @wawan:horny lah? hehehe
    @rizal: hehehe bujuran dipanggilnya tante nda.. :P
    @pakacil: ente di padahakan aap mahambur…!!
    @aap: sebenarnya aku bekesah Qada dan Qadar pang :P hehehe

  10. 2009 June 25

    Woooow.. Mantaaaabs Surantaaabs.. hehehe.. segala sesuatu bergerak karna ijin ALLAH..
    Salam Sayang
    _______
    wuih….. tauhid (?) nya :)

  11. 2009 July 2

    jalan kaki ke banjarmasin.
    selain bisa melihat lebih banyak pemandangan.
    juga bisa memecahkan rekor MURI.
    salam.

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS