7 step to pengentasan kemiskinan, tak perlu 50T
Sebagian kawan suka mengandai-andaikan, andai saja dana yang dikeluarkan untuk pesta demokrasi digunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Sebenarnya aku yakin dana itu sudah memberikan mafaatnya sendiri, meski bukan untukku, kulihat para pemilik percetakan panen order, sablon baju, rental mobil dan banyak lagi bidang usaha lain yang mendapatkan manfaat dari (mungkin) duit itu. bagiku pribadi pemilu menurunkan daya beli pemerintah dan peningkatan ketertiban yang mengakibatkan usahaku harus “istirahat” bahasa lembut ala kawan-kawan untuk mengganti kata “tutup”, menyedihkan, namun Alhamdulillah.
Bagaimana bila dana itu dipergunakan untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan hingga dapat mengentaskan kemiskinan? Tentu tidak, karena menurutku lapangan pekerjaan akan sertamerta tersedia luas bila para wanita kembali menjadi ibu rumah tangga (he he he), dan lowongan pekerjaan sebenenarnya sangat banyak tersedia, bukan! Bukan sales, jadi petani! Jadi Marhaen!, mantaf kan? Di jepang, hanya petani saja yang bisa keluar masuk gedung kementrian dengan sepatu boot becek (kata abahku).
Kemiskinan yang kumaksud pada judul diatas adalah kemiskinan dalam bahasa Indonesia, berarti kefakiran. Dalam bahasa arab, miskin dan fakir mempunyai arti sendiri-sendiri. Miskin adalah kehidupan pas-pasan, kadang kekurangan, tapi tidak mengakibatkan orang yang mengalaminya meminta-minta, karena dia menikmati keadaan itu sebagai keadaan yang menuntut lebih banyak kesabaran, dimana kebersamaan Allah ada pada orang-orang yang sabar, kemiskinan membuat mereka (tidak hanya merasa) bersama Allah. Rasullullah, shalawat serta salam baginya, bahkan pernah berdoa, “ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikan aku dalam keadaan miskin dan bangkitkan aku bersama orang-orang miskin.”
Aku pernah nekat ikut-ikutan berdoa seperti itu, karena itulah aku sering mengalami keadaan miskin, kadang tidak miskin, kadang miskin lagi, tidak lagi, miskin lagi. Karena itulah aku mengerti kemiskinan yang menjadikan aku berhak menulis tentang kemiskinan (he he he).
Adapun Faqir, berarti selalu butuh, selalu kekurangan, apabila seorang pengusaha mempunyai aset 5T, kemudian merasa harus selalu menambah hartanya, maka sebenarnya orang itu bisa digolongkan sebagai orang Fakir, lawan kata Faqir adalah “Ghina”, yang secara sembrono diartikan “kaya”. Ghina berarti “gak butuh”. Apabila seorang supir bajaj, bahagian dengan kebajaiannya, tidak kemaruk beli Lamborghini diablo, istrinya tidak menyuruh dia korupsi untuk langganan TV kabel, that’s cool, it’s mean dia ngga fakir, mungkin hanya miskin saja.
Masalahnya adalah, orang yang suka meminta-minta, akan dibangkitkan dengan wajah hitam pada hari kiamat, untunglah “Karbon” tidak suka meminta-minta, bayangkan, sehitam apa wajahnya nanti pada hari kiamat
(sowy my man!). tulisan ini adalah bentuk kepedulian saya pada vengemis yang banyak sekali disekitar kita, bukan karena saya malas sedekah.
Supaya tidak terlalu panjang dan membosankan, berikut ini adalah tips&trick memenuhi kebutuhan hidup tanpa bekerja (kacau deh.)
1. Shalat Dhuha. Teman saya pernah bilang, “kalau saja para vengemis itu shalat Dhuha, pasti mereka tak perlu meminta-minta.” Menurut pengalaman saya, apabila anda bokek banget, sembahyang malam lah (tahajjud atau witir) paling sedikit tiga rakaat, setelah shalat subuh, jangan berdiri dulu, tunggu matahari terbit 20 derajat diatas horizon, shalat israk 2-2(rakaat), sebagian mengatakan shalat isyrak sama dengan shalat dhuha, sekitar jam 9-11 baru shalat 2-2 lagi. Barulah setelah itu jual-jualin barang di rumah, seperti microwave yang bila dihidupkan listrik langsung jegleg (hehehehe). Bukan! Setelah itu bertebaranlah dimuka bumi, cari proyek-proyek kecil, seperti menterjemah, bikin peta, mbenerin komputer, dan lain sebagainya, sesuaikan dengan skill. Bila sampai ashar ngga dapat-dapat duit, bersabarlah, artinya anda akan bokek seharian (heueheuehue). Tentu tidak, PASTI! Saya tekankan lagi PASTI! Siapa bilang rezeki gak turun dari langit?
2. Banyak-banyak silaturrahmi, syaratnya jangan mengharap dapat hutangan, itu namanya berdoa pada Allah, mengharap pada makhluk, salah besar itu. berdoa pada Allah, berharap juga pada Dia.
3. Bersedekahlah! Waduh, sudah miskin, sedekah pula! Susye nih! Suatu hari Rasullullah, shalawat dan damai atasnya, pernah memberi motivasi pada sobat-sobatnya supaya bersedekah, datanglah seorang sobat beliau bertanya “aku tidak punya apa-apa untuk disedekahkan wahai Nabi! Yang kupunya hanya sebiji buah kurma ini saja.” Rasul menjawab, “bersedekahlah, walau sebelah biji kurma.” Nah lho! Kesalahan kita terbesar adalah saat kere, kita tidak merasa harus sedekah. Padahal sobat Nabi yang kita ceritakan diatas sangatlah kere, malah disuruh menyedekahkan separo hartnya yang tersisa, hiks. Mungkin saat harta kita sedikit, malah semakin mudah buat kita sedekah, bayangkan diri anda punya dua 2 M (asik nih membayang-bayangkan yang begini), lalu anda disuruh bersedekah setengahnya, 1 M(wuih) tentu susah ya?
4. Istigfar banyak-banyak, biasanya rezeki terhalang gara-gara kita banyak dosa. Rezeki sudah tertentu, kucing aja ada rezekinya, orang yahudi paling jahat aja dapat rezeki, dajjal juga, diablos juga, soalnya kalo gak dapat rezeki, matilah mereka.
Bila anda membaca tulisan ini, bararti anda tidak miskin apalagi Fakir, karena pasti mampu bayar jam-jaman warnet atau bandwith speedy, atau suka yang gratisan? Kaya aku?
maka hendaklah anda sampaikan hal ini pada peminta sumbangan yang sering mampir, atau yang suka menghalang-halangani jalan raya ke hulu sungai (parah nih, renovasi mesjid tanpa akhir, bilangin mesjid zaman nabi dari batang pohon kurma saja! Yang penting isiniya!), atau yang suka nongkrong di lampu merah, Niscaya Indonesia akan terentaskan kemiskinannya. Ingat! Menyampaikannya setelah anda kasih duit, meminta-minta dilarang, ngga kasih orang minta-minta juga dilarang (ribet kan?) melestarikan minta-minta, lebih dilarang lagi! (atur deh-atur! Gimana yang baik menurut sodara-sodara).
Solusi diatas sudah sukses di Bangladesh, pernah denger gak sekarang berita kelaparan di bangladesh seperti dulu? Jarang kan? Atau sudan. Cerita tentang dua negara ini nanti saja lah, key?
Sinopsis dikit, Bangladesh sekarang adalah negara sederhana yang tertata rapi dan bersih, rumah-rumah mungil diatas rawa(seperti BJM) dengan kolam ikan yang juga berfungsi sebagai pelimbahan, mereka menolak bantuan IMF dan lebih memilih membangun Koperasi Bebas Bunga, yang menggeliatkan perekonomian rakyat kecil. Sudan lain lagi, disana ada semboyan “kita makan apa yang kita tanam, kita pakai apa yang kita rajut” kan puluhan tahun sudah SUDAN terkena embargo ekonomi. Sudan di kalsel lain lagi, banyak perusahaan besar tapi jalannya rusak dan berbedu, persis seperti komik lucky luck.



waduh!!!!!!!!!!! kalo keini caranya sorang kada usah ke pengajian aja gin cukup melihat psotingan ini tiap hari
kalo kepengajian jelas mas nomer ayat-ayat ama surahna sekalian, hadits ama riwayatnya, kalo disini seingat saya aja, ntar kalo dah ada duit dikit ane rental orang alim buat nambahin riwayat atau ayat berapa biar jelas
wtfPD6 txgvnufnqwai, [url=http://zewkxiynwyri.com/]zewkxiynwyri[/url], [link=http://vmmawpjtubao.com/]vmmawpjtubao[/link], http://pxgsrvgbisgq.com/
weeh soul sering kepengajiankh, ternyata slh kaprah saya
postingan ini sungguh sangat menggugah saya untuk bersedekah meskipun harus menyisihkan uang saku kuliah
tenkyu-tenkyu… semoga saya ikut-ikutan dapat pahala sedekahnya.. trus pahalanya disedekahin lagi buat para pahlawan, sedekah pahala itu dapat pahala lagi, saya sedekahin lagi buat soulharmony, trus pahala bersedekah pahala pada soulharmony disedekahin lagi buat…. sapa aja deh
suer sodara-sodara, selalu begitu katanya, sambung menyambung menjadi satu …
perlu Bupati nya yang diaspal…
weihhh…… blog na lah… keren ya om….
wid jadi malu *ngelirik blog sendiri*
Mantap nah…triknya mengatasi kemiskinan…! Coba semua begitu mungkin tak ada lagi peminta2 di rumah atau jalanan.
khair khair
limadza law nahnu naf ‘al kadzalik
hihihi athba’ bikum
salam kenal dari urang gambut. blog anda sarat petuah yang bisa saya ambil manfaatnya. terimakasih udah mau berbagi kayuh baimbai. salam suskses
jadi inget kajian ustadz mansur..
saat kita bisa memberikan sisa terakhir yang kita miliki (benar2 kehabisan) maka Allah akan menggantikan nya 10kali lipat..