Buku bajakan, murah! murah!, mau?

2009 June 19

Baru jalan-jalan ke bookstore, meneteskan air liur pengen beli buku-buku pramoedya Ananto Toer yang lama hilang, kini dicetak dalam sampul baru, betapa menggiurkannya. kubalik buku yang berbungkus plastik rapi itu, sekedar hendak mengetahui harganya. Anakku yang kelebihan energi meloncat-loncat disampingku, minta belikan alat-alat lukis, kutatap dia dengan mata heran, menyelidiki kemampuan tubuhnya merubah lemak menjadi protein, kemudian menjadi energi. Tidur siang tak pernah, malam tidurnya telat, aku hanya mengkhawatirkan perkembangan miliaran syaraf diotaknya, bila dia kurang tidur, untung tak ada TV di rumahku.

Hatiku gamang, selalu begitu bila berhadapan dengan pilihan, bukukah? yang harganya kian melambung, di tengah semangat mencerdaskan bangsa, atau menyalurkan kreatifitas anakku yang tak terbendung?

sebulan sebelumnya..

malu-malu aku menarik ujung celana pendekku yang sebenarnya sudah melewati lutut, tapi kurang panjang untuk cukup dilayani disebuah toko buku di martapura, kutanyakan beberapa judul seperti Muqaddimah Ibnu Khaldun, Tarikh At-thabari, Hayat As-sohabat syaikh maulana ilyas al-kandahlawi, dan judul-judul lain yang memang tidak populer dikalangan santri martapura, aku sih memang sekadar coba-coba, kumatikan rokok, berharap disangka lebih serius.

“Muqaddimah rasanya ada, sebentar.” jawab penjual itu, dia masuk kedalam, mencari-cari diantara rak yang berjejer rapi.

Betapa lega hatiku, akhirnya buku sejarah itu bisa kutemukan, beli terjemahannya mahal, dan ampun, betapa tebal, karena kurang praktisnya bahasa indonesia.

Harapku perlahan sirna setelah bermenit menit berdiri disana, otakku berfikir, haruskah duit ini kubelikan judul lain, menimbang selama ini aku sudah jarang beli buku-buku berisi kemauan-Nya. Aku teringat duit ini bisa kupakai beli voucher hotspot, atau service mobil, deeco motor yang sudah banyak baretnya, atau kebab yang ternyata rasanya tidak seperti kebab.

Untunglah dia menolongku, mencondongkan hatiku pada buku, 3 jilid buku said sabiq, terjemahan indonesianya menjadi puluhan jilid. Dadaku bergetar, melihat buku dalam sampul lux bertinta warna emas itu disodorkan padaku. kubalik halaman demi halaman, kurasakan kehalusan serat kertas tempat isinya dicetak, begitu tipis, begitu mewah, mungkin tebalnya hanya seperempat tebal kertas hvs atau lebih.

“Berapa pak?” tanyaku gugup, soalnya aku tahu berapa harga terjemahan komplit dalam kertas korang dan sampul usang.

“seratus delapan puluh sembilan ribu.”

Jawaban itu seperti tiupan angin menjela dedaunan pohon rindang tak jauh dari “martapura intan plaza” yang isinya hampir batu semua, membuatku teringat, hujan batu di negeri sendiri, pun tak terlalu buruk. batu harganya mahal di propinsi ini. dulu saat kuliah dimalang, ayahku berjualan batu yang dia beli lima ratus rupiah, dijual tujuh ribu lima ratus di kota itu, sekadar membelikanku oleh-oleh bila pulang.

kulirik istriku, dia mengangguk, duh, betapa baiknya bendaharaku ini, menghabiskan pundi-pundinya demi aku. aku pulang dengan hati penuh.

gadis-gadis berkendaraan matik sesekali menyalip mobilku yang merayap santai, kutarik lagi ujung celanaku agar kembali melampaui lutut, sesekali aku melirik kearah mereka, ber-hotpants ketat, hanya beberapa jari dari organ reproduksinya. Duh, mengapa aku tidak mengikuti mode? Kalau para wanita saja begitu santai ber celana pendek seperti itu, mengapa aku tidak cuek saja bercelana dalam saat jalan-jalan?

sambil menikmati keindahan haram untukku itu, diam-diam aku istighfar, kutatap wajah istriku, untuk menghilangkan dosa menikmati panah-panah setan dalam setiap pandanganku.

wahai para perjaka, menikahlah, karena itu akan menyelamatkanmu.

lho? kenapa aku kembali mellow? aku kan mau kasih info, buku twilight 1 set, berapa jilid? ternyata cuman 140ribu rupiah saja bajakannya, yang asli jangan ditanya, 95ribu/jilid, 1 set lengkap hampir setengah juta. Andrea Hirata ; Laskar pelangi 30ribu sahaja, Maryamah Karpov aku sudah punya yang asli, edensor aku sudah pinjam dari pakacil, sang pemimpi sudah aku kasihkan sama temanku, Bumi manusia, jejak langkah, anak seribu bangsa, rumah kaca masih kutunggu kedatangannya.

diam-diam aku minta maaf pada para pengarang itu, minta di ikhlaskan royaltinya. murah! murah! murah! maaf, aku mungkin hanya mencuri 10% saja, hanya segitu bukan bagian royalti kalian? semoga bisa menambahkan kebaikan di akhirat kelak.

aku berjalan pulang dari toko buku jalan kemuning, setelah mendapatkan beberapa karya sastra anak banjar, ternyata selama ini aku buta, mataku tertutup seorang perempuan yang mengejar hujan, karya guruku.

12 Responses leave one →
  1. 2009 June 19

    wah orang marta pura toh. wah buku2 itu memang sulit kalo didaerah. kalo ada dana borong aja. selamat malam. salam super hangat
    _____________
    banjarbaru tepatnya, itu dia masalahnya dana terbatas..

  2. 2009 June 19

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ________
    yep, salam jugaw!

  3. 2009 June 19

    Yah, ternyata budaya mie instan sudah merambah pada para pembeli ya mas :roll: :D
    _________
    wah saya belum paham maksudnya apa.. :)

  4. 2009 June 19

    membaca adalah hobi yg sangat bagus.
    untung diriku jg suka sekali membaca.
    bahkan waktu kuliah dulu tiap kali ada bazaar buku, saya selalu beli buku yg byk.
    sampai saat ni pun masih suka baca..
    ____________
    maunya sih gitu.. tapi buku kan mahal?

  5. 2009 June 19

    saya berusaha bersikap keras thd diri saya sendiri. kalo belom mampu beli yg asli harus lebih berhemat, dan lebih baik ga menikmati hal itu (buku, cd lagu, film) bila tak mampu beli yg asli. jadinya? biar ketinggalan trend tapi saya tak beli barang bajakan :D
    _______________
    mungkin saya bisa belajar dari anda.. :)

  6. 2009 June 19

    *clingakclinguk*

    saya suka produk bajakan pak.
    jauh jauuh lebih murah dari yg asli.
    wong kalo bisa dapet ebook-nya saja saya sudah bahagia. aneh ya pak, kenapa itu buku ga dibikin terjangkau tangan dan kantong orang2 berpenghasilan rendah seperti saya….
    atau malah digratiskan…
    pastinya gak ada itu yg namanya bajak-membajak… *ngarep*
    ____________
    aku juga suka banget yang gratisan :P

  7. 2009 June 19

    kalo buku bajakan saya jarang beli, Mas..
    Tp kalo dvd bajakan,, heheh *jangan tanya deh :mrgreen:
    _____________
    aku juga…… :P

  8. 2009 June 19

    itu hebatnya indonesia, semua bisa dibajak kalo buku, dvd bajakan iyu dah biasa..yg hebat wajah org aja bisa dibajak kaya di acara democrazy, republik mimpi….
    ____________
    kalo gitu pasrah aja deh.. hehehe

  9. 2009 June 19

    enak yang murah dan bajakan….
    __________
    wakakaka

  10. 2009 June 25

    kalo saya selalu menabung dulu dan mentargetkan, beli buku waktu pameran.
    jadi, kami sekeluarga bisa membeli buku apa saja kesukaan masing2.
    harga lebih murah dan terhindar dr yg bajakan.
    walaupun kadang2 ‘ketinggalan kereta’.
    salam.
    _______________
    maunya juga gitu sih… tapi kalo buku luar mmm…..

  11. 2009 June 30

    wah, walaupun murah nggak mau ah. nggak mau yang bajakan. karena tidak menghargai hasil karya orang lain. buku itu kan nulisnya capek, idenya mahal, inspirasinya susah. kalo dibajak…kejam!!!

    • 2009 July 1
      eoin permalink

      setuju! tapi kalo inget sindikat percetakan gemes juga, kalo bisa sih beli bajakan, terus royalti langsung kasihin penulis :P

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS