Janda Seribu Sungai
Jarum petunjuk gauge putaran mesin sudah beberapa kali mencapai redline. Kopling menyentak roda gila memindahkan tenaga pada drivetrain, memutar bantalan hitam yang dulu memenuhi serat kayu kebun karet salam babaris.
“Awh… ow… Pelan-pelan cin, perutku kau buat sakit.”
“Sowy, lubang tadi luput dari perhatianku.” Jawabku tersenyum.
“Perasaan minggu yang lalu lubang itu tak pernah ada disana cin, bukankah sudah enam bulan jalanan ini terganggu perbaikan? Mengapa sudah rusak lagi?” sahutnya berusaha tertawa.
“sebaiknya kau tanya si junkies yang potonya menempel di tiap marka underconstruction cin.”
“Ah kurasa bukan salah jalannya, mungkin Ring 21 tidak cocok untuk Mitsubishi Eclipse ini cin, apalagi shock dan spring- nya sudah kamu ganti Endless, terlalu keras untuk jalan raya Banjarmasin.”
“Yah, aku harus memangkas tingginya bukan?”
“Uwh… please cin, hati-hati!” Kata-kata Anne lebih terdengar sebagai rintihan.
Tepat pada angka 160 kilometer perjam, jarum pada spedometer enggan terus menjelajah kurva berwarna oranye, Electric Control Unit sigap membatasi keinginanku untuk melaju lebih kencang, menjagaku dari diriku sendiri.
Jalan menjadi lebih sempit, semakin berkelok, menanjak. Tanpa kusadari aku sudah berada di lembang, tak jauh dari observatorium boscha, hanya saja, kubah putih megah itu kini ada dua, kembar. Kulayangkan pandang kesamping, Anne diam, tersenyum riang dalam kekhawatiran.
“Ada yang salah cin?”
“Iya.” Jawabku, “sejak kapan kubah itu jadi dua?”
“Sejak kau bersama aku.” Jawab Anne, matanya sembunyi dalam selaput tipis berhias sebaris jarum lembut berwarna hitam, membusur tajam dan mengancam.
Kuhirup hangat udara perbukitan yang sudah tersaring paru dalam dada Anne. Kutapaki hamparan tepat diantara observatorium kembar itu, menghayati langkah. Tanah yang kupijak terasa lembab, basah keluar dari sela pori.
“Selalu tak bisa ditolak keindahan ini.” Ujarku bergumam.
“Hampir selalu cin, entah hari ini.” Jawabnya berbisik, matanya sesekali mengintip dari balik selaput tipis, sebelum kembali hilang bersama desah berirama, menciptakan barisan gelombang, mengayunkan kubah putih tadi.
Mataku terawangi hamparan luas lembah sungai sava, seperti sabana, semakin membuat rancu otakku.
“Tidakkah menurutmu aneh?” Bisik wanita itu, “sabana disemanjung balkan?”
“Sungguh, keindahannya begitu ganjil.”
“Kurasa lebih ganjil lagi mercu suar Alexandria itu, mengapa menghampiri sungaiku?”
“Mungkin seperti itulah dia hilang, terbenam disana, tepat dilembahnya.”
Entah mengapa, udara panas menyergap, gerah, menyesakkan, memaksa aku dan Anne menghirup nafas lebih berat.
“Mengapa kau harus pergi besok?”
“Mengapa tidak? Keindahan ini sudah tak ramah lagi untukku.”
“Mengapa tidak mencari seseorang untuk meringankan tanggunganmu?”
“Mengapa mereka hendak memilih aku? Sedang sejuta gadis riang menari disela nafas dan minuman mereka.”
“Mengapa terus disebut gadis? Bukankah sebagian besar Janda Inside?”
“Mengapa memandang salah? Bukankah aku lebih mulia? Terenggut keindahkanku dalam suatu ikatan.”
“Mengapa malaysia?”
“Mengapa tidak? Mungkin siksa itu akan melupakanku pada kepedihan hidup disini.”
“Mengapa tidak tetap disini?”
“Mengapa tak kau teruskan?”
“Kepergianmu membuatku mati inside.”
Eclipse itu diam, bersembunyi dibalik bayangan bulan, membentuk sebuah cincin kegelapan, dengan prominen sebagi permatanya.
Anne berdiri dihadapan sebuah cermin, memantaskan diri, merapikan kerudungnya.
“Mengapa terus kau kenakan itu? Tidakkah tak pantas dengan moralitas kita?”
“Biar hanya denganmu aku berdosa, tak usahlah kutanggung dosa semua mata memandang keindahanku, pada siangku dan pada malam, biar hanya bersamamu.”
inspired: Dhani Yadi…



ini pengalaman pribadi kah wal ?
________________________
Rupayanya harus posting tentang janda nih, hanyar sidin hakun be-elang…
@randu : heeh pengalaman erwin yang sangat pribadi
_____________________
mendonlot dari otak ente hehehehe
@randu : bukan pengalaman tapi curhatnya
@anda : koq jawab comment orang ?
Ada benarnya .. semoga dpt diambiL hikmahnya .. Mungkin jg ini pengalaman sang inspired ..
___________
mungkin sekali
yang dikenakan itu kerudung ya….
_________
dikenakan dimana?
ahhh..janda janda…kepincut janda ya? win!
_____________
kepincut tarusai auk wal, ai, janda kah bujang kah..
Janda yang bahagia
_________
mengapa oh mengapa?
manohara juga bakalan menjanda, sapa mau?
_________
jelas aku gak tertarik sama jenis yang bisa kabur gitu…
wow janda seribu sungai, kirain janda kembang 7 rupa he he he
_____________
nanti saya coba tulis tentang ituw