Rasa Fesbuk Vs Rasa Blogs
Malam tadi aku menghadiri pertemuan sebuah organisasi tanpa bentuk (OTB) – bila menggunakan kamus orde baru, semacam Order of Phoenix – bila dipandang dari balik kacamata Harry Potter, serupa Darul Arqam pada masa awal pertumbuhan Islam, bukan Darul Arqom malaysia itu. Pertemuan itu bertujuan untuk meresapi kembali rasa Undang-Undang Dasar tahun 1945 mengenai kebebasan berpendapat, berbicara dan berkumpul – yang dalam kenyataan selanjutnya, penjelasan dan aturan tambahan yang mengiringi UUD45 itu bisa membawa para pelaku bicara menjadi Prisoner of Azkaban, atau bahkan disiksa – bila mengingat sejarah awal masa kenabian.
Menimbang hal-hal diatas, pokok pembicaraan dibatasi pada kisaran permasalahan ringan, seperti bagaimana mengatasi sindikat pembalakan liar, dalam hal ini oknum pemerintah dan korporasi besar, dibahas dalam kategori world peace. Bagaimana menyikapi ketegasan pemerintah, – yang sering dikalahkan kepentingan pengusaha, sehubungan dengan ditutupnya izin penumpukan batubara pada tanggal 23 juli mendatang, dibahas dalam kategori ekonomi dan bisnis.
Dalam kategori seni, aku bercerita tentang keadaan istriku yang agak gerah setiap mendengar lagu Maia Ahmad “Serpihan Sesal” atau lagu “Andai” dan “My Fesbuk” oleh gigi, yang akhir-akhir ini sering kudendangkan dan mengisi playlist WinAmp komputer genggamku maupun telepon jinjing.
Topik paling berat malam itu berkisar pada masalah Fesbuk dan mengapa aku tidak meng-add pakacil dalam friendlist FB-ku.
Topik satu ini benar-benar membebani otak, karena aku sendiri memang bingung, iya ya? Kenapa tidak ku add saja? Alasan aku kemarin apa ya? Pertanyaan-pertanyaan serupa terus mengganggu dan membuatku susah tidur (aku sedang bohong-malam tadi untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir aku tidur dengan nyenyak sekali).
Kategori world peace terjawab dengan tak usah dibahas dan buang waktu. Kategori ekonomi dan bisnis bergeser menjadi ghibah, terutama olehku, karena seringnya aku terlibat dalam bisnis menjual dan membeli oknum-oknum pejabat tertentu, kediaman pegawai negeri X yang tidak mungkin dibangun dengan mengandalkan gajih PNS semata, hingga bagaimana bupati x dan x dan x menjadi seperti kerbau di cucuk hidungnya saat menerima telepon dari pengusaha x dan z dan R. mengingat dosa ghibah, topik ini digantung dalam lemari baju masing-masing atau private folder, dicampur bersama file-file pilem bokep dan gambar-gambar cabul.
Kategori lifestyle menjadi PR dan terjawab pagi ini.
Ternyata Pakacil dan kawan-kawan KB lainnya, buatku, berada dalam inner circle Bloggers, dimana ikatan yang kurasakan, terletak pada kenikmatan menjamah pemikiran dan perasaan melalui tulisan dalam blog mereka. Kenikmatan itu meningkat, apabila rasa itu kudapatkan terbatas dalam pembahasan dan tempo rilis tulisan. Rasanya seperti pacaran zaman dulu, jantung berdetak kencang, harap-harap cemas dan kerinduan yang membuncah, karena hanya ketemuan setiap malam minggu sekali, atau lirik-lirikan saat pulang sekolah, atau khayalan tentang surat cinta balasan, seperti apa, bagaimana, uh… sedapnya merasakan kegelisahan itu.
Sedangkan fesbuk, menurutku, batasan-batasan itu tidak terasa, seperti pacaran zaman sekarang, hubungan bisa terus berlangsung, kapan saja, selalu terhubung lewat sms. Semuanya berlangsung cepat, sepertinya indah tapi rapidly membawa kebosanan, efeknya mencari rasa baru, berganti pasangan, atau selingkuh. Semata-mata demi mendapatkan adrenaline rush.
Menunggu rilis tulisan terbaru kawan blogger, cukup meningkatkan adrenalin-ku.
Alasan lain buatku menjaga inner circle fesbuk terbatas pada kawan seangkatan, membuatku merasa selalu muda, karena bergaul dengan orang-orang yang besar dalam skala waktu sama.aku kan bukan komoditas dengan daya saing tinggi, seperti produk nokia, motorola, siemens, yang tak lama lagi digilas oleh simplisitas dan ekomonis-nya produk china.
Khusus pakacil, buatku, manusia ini sukses, mempadu-padankan kecerdasan stephen hawkins dan ketampanan tengku firmansyah maaf sedikit memfitnah
Hei ini kan bloggku, tidak ada larangan bergambar lidah hehehe. Keunggulan seperti ini akan menghilangkan daya saing, dan tidak ada akalnya buatku untuk mengejar target penjualan. Atau bukan stepehen Hawkins, bagiku dia tidak begitu cerdas, mungkin pintar. Say, Nasim Nicholas Thalib lah, atau Saidina Ali, mewakili teori ekonomi non-profit yang agak susah dikategorikan sebagai kapitalis atau sosialis, sejak Adam smith, Karl Max, lenin, atau mao tse tung, gagal membuktikan efektivitas teori itu dalam menciptakan kemakmuran pantas, meski tidak merata.
Khusus Manusia Hero, diam-diam aku berguru SEO padanya.
Khusus Aap, this man can’t do any harm
Nah, menjaga suatu inner circle dalam kategori tertentu, membuat produk serupa audi, Volks Wagen, sanyo (yang murah dan berkualitas) tetap mempunyai loyal market. Hueheuahuehauha
Sebentar, hei, ternyata pertemuan malam tadi tak lebih dari reuni kecil SMPN 2 banjarbaru angkatan 93, yang dilangsungkan tanpa perencanaan. Aku mau ke psikatris dulu sebentar, sepertinya kecenderungan hiperbolis lebayism sudah sedemikan parah.



sobat dari KB rupanya. padat banget kisahnya. semua tema diangkat. ada apa dgn pakacil koq gak di Add..?
tapi apapun alasanya. saya juga tak lagi meng-add orang walau itu jelas teman sendiri. lama-lama dengan FB persahabatan jadi berkurang rasanya. semua berkumpul setiap hari. tak ada lagi rasa kerinduan, bertanya2 sedang apa dia disana…
_______
psstttt.. sebenarnya sedang apah?
saya jg harap2 cemas om * huhehe,
saya menyebutnya dengan parlemen warung kopi, untuk OTB yg sering saya adakan dng teman2 di hari jumat petang. ngobrol remeh temeh, tertawa lepas, makan, pulang tanpa beban. dan rasanya itu sbg obat awet muda ha..ha..ha..
_______
siap jendral! biasanya kopi item atau kopi mix? bentar… kalo saya obat awet mudanya apa ya Jen?
inner circle fesbuk.
nyam… nyam…
aku mencoba mencari istilah lingkaran2 yang ada di social networking dunia maya ini, dan akhirnya ketemu di sini. meskipun belum sepenuhnya ngerti, agak mengambang
salam kenal, om
aku sih masih aktfi fesbuknya..
ada kerinduan lain soalnya
tulisan yang ringan dan cermat dalam menyikapi fesbuk ini. satu sudut pandang yang tidak bisa aku ungkapkan saat kawan2ku bertanya kenapa fesbukku ga pernah aktif lagi.
haha… ternyata kuncinya ada di kerinduan itu. betul juga. jiahaha…
aku tidak menemukan rasa itu di fesbuk, juga di blog yg hampir tiap hari posting. menjadi berkurang gregetnya…
____________
sebenarnya inner circle itu istilah di game Pl*yB*y the mansion
Ouwhhh..jadi itu alasan kenapa anda tidak meng’add seorang sahabat…Ada benerx juga sch…
_____
aduwhh.. makasih udah dianggap sahabat..
aq pribadi lebih bisa merasakan manisnya blog drpd FB soalnya,,,ya udah mendarah daging seh..
________
salut… aku juga.. meski belum mendarah daging, gimana kalo separo nafas?
Pencemaran nama Tengku Firmansyah!
___________
dipikir pikir betul juga.. rambutnya sudah pendek
antologi simbol2 hiperbolis yg indah…
meskipun dikau menyempurnakannya dgn lebayism yg sebegitu parah…
tp, aku tetap katakan indah..
_salam anget_
senang diberi rangkaian keindahan lebih indah untuk postingan yang dibilang indah..
_salam lebih anget lageh_
Baru sadar ternyata malam itu kita reuni ya..!
________
ane juga om, baru sadar pas di rumah..
belajar matematika lagi!
itu tahunnya salah!
kalau juga ditarik menggunakan konsep marketing terkini, persoalan memang sudah bergeser dari customer service dan sejenisnya, menjadi kecintaan seseorang terhadap sebuah produk atau brand tertentu dan itu berarti loyalitas. *saia ngomong apa sih?*
fesbuk? yakinlah, 1 hal yang akan membuat kebosanan kian meninggi terhadap FB adalah setatus itu, yg seolah sinetron kejar tayang.
dan tak perlu saia buka analisis alasan sebenarnya, karena menyangkut daerah irisan tertentu____________
Indonesia banget! hanya bisa menyalahkan..! di koreksi dong! koreksi! saya sudah menggunakan prosesor terbaik untuk melakukan perhitungan ituw!
sama bangetnya! kalau selalu dikasih matengnya, mana bisa maju!
oh iya ya?.. baru kepikiran.. ya sudah.. ntar malam aku itung lagi..
sebentar, angkatan dihitung pas lulus apa pas masup?
FB OK BLOG OK JUGA
_____
ente juga ok man!!
hehehe.. buka FB juga aaah
thx kang!
Salam Sayang
_________
waaaaa….. agak geli-geli nih disalam-salam sayang ama cowo..
Sepertinya orang kaya saya ini perlu membaca 2 kali baru mengerti apa yang Om ini tulis, payah memang saya…
___________
maksudnya orang kaya seperti anda?
FB ok blog juga ok.
yg penting silaturahim tetap terjaga.
salam.
________
yoeh bun..
FB hanyalah sebuah fenomena selebritas sementara. layaknya jejaring sosial lainnya macam friendster, tagg, dan species sejenis.
Saya sendiri mempunyai account FB yang pada awalnya kerap saya kunjungi. namun seiring waktu terasa bosan juga.
Blog sangat berbeda. Karna untuk membuat satu artikel dalam blog membutuhkan daya cipta, pengetahuan, imaginasi yg menguras pikiran. maka tulisan dalam blog ibarat hasil karya yang akan sangat berarti bila ada yang mengapresiasinya.
Tulisan dan artikelnya mampu memberikan tambahan pengetahuan baru dan kadang meninggalkan kesan nikmat. Karena sisi inilah Blog berbeda dg FB..
Salam kenal
yoeh man!! citra prasaan dalam jiwa lebih nempel di blog, kecuali yg lebih spesifik, biar dihandle fesbuk..
Maaf Pak, saya tak setuju dengan metafora Bapak.
1. Nokia dan Siemens jangan dibandingkan dengan simplisitas dan ekonomisnya produk Cina. Produk Cina dibangun dengan mengandalkan sumber daya manusia bergaji di bawah UMR normal. Meskipun harganya sangat terjangkau, tapi kualitas manajemen produknya masih diragukan.
Eh, ini ngomongin blog atau ngomongin handphone?
2. Tengku Firmansyah tidak tampan. Ini penilaian jujur saya sebagai perempuan. Dan ini bukan fitnah lho..
_________
1. saya sangat setuju, makanya saya mengibaratkan diri saya pribadi sebagai siemens
2. lebih setuju lagi, karena itu kata-kata fitnah saya coret..
Wah kenapa tuh kok sampai nggak di-add, kalo orangnya tau tersinggung ga ya dia hehe…
Makasih ya udah main2 ke blog-ku ^ ^
Ketawan ga baca! Hehehe.. Thx sdh mampir.. Themes km bgs bgt..
Hmm… lama-kelamaan facebook bisa jadi melodrama…
_____________
memang itu tujuan saya pak, sesuai tema blog saya..
Nama CR kok gak disebutin?
hehehe…ngarep.com
_______
CR disebutinnya dalam hati ajah..
konon FB menyebarkan virus adiktif yg membuat orang ketagihan ato membawa serpihan zat nikotin yang terasa nikmat sesaat dan ingi terus mencobanya tanpa bisa di hentikan
____________
hmmm.. metaforanya.. ringan namun dalem…
FB dan blog sama2 menyenangkan, memberi peluang bagi kita utk kenal dunia lebih luas.
cuma Fb lebih terbuka untuk menjaring teman2.kalo blog lebih seru buat melampiaskan selera nulis, dll.
___________
yep.. ternyata gak bisa berharap banyak dari FB untuk mensosialisasikan pemikiran
ternyata wong tue toch, SMPN 2 Bjb angkatan 93. Sementara saya di tahun 93 itu baru masuk SMPN 2 Bjb juga, wah ketemu senior nih.
berarti ente tak semuda yang ane kira….
Saya memang masih muda, dan banyak yang percaya kalo saya mahasiswa semester 2 wkwkwkwkwkwk. Dah terlanjur basah, jadi sya males panggil abang
terus terang saya tersanjung, karena ente baru tau kalo ane sudah tuwa!
wakakaka.. dan singkirkan panggilan “bang” itu, kita bukan mahasiswa ATPN
hehehe
saya dukung blogs! hidup blogs!! *gak nyambung*
ah iya.. bener juga ya om.
paLagi kaLo sudah menjamah dinia per sms an.
penasaran nya bisa berkurang.. hhe.
maap om baru mampir, baru puLang.
saLam kenaL!
Fesbuk,,tidak lebih lemot dari blog,,,hue3…
yang penting dua2nya penting….
http://pramuditaaulia.web.id
ada rasa juga ya? rasa stroberi bkn? he hehe
Seorang teman Blogger dari Bwi bertanya, “enakan fb or blog?”
Saya menjawab, “BLOG donk… esensi-nya gimanaaa gitu.”
Menurutku, kacamataku-bukan harry potter :p, Facebook itu ‘metabolisme’nya terlalu tinggi. Huehehehe
Hmm…
Saya lebih memilih rasa blog daripada rasa fesbuk. Setuju, fesbuk itu membosankan..
8QYCXd dbllwetanikv, [url=http://hfjabgskwylc.com/]hfjabgskwylc[/url], [link=http://qsurkhorcsnb.com/]qsurkhorcsnb[/link], http://yvyndfhiovxj.com/
hm, hanya blogger yang gw rasa ‘cocok’ dan ‘dewasa’ yang gw request to add di FB. Sampai saat ini gw masih nyaman dengan keanoniman di account WP.
it’s easier to ‘talk’ to strangers…