Sentuhan Terakhir….
“halo?”
“iyah.. siapa nih?”
“sayang?”
“Anya?”
tak ada yang menyamainya mengucapkan kata itu, belum ada. suara yang terserak menjadi rangkaian berjuta pixel dalam suatu resolusi tinggi, menyembunyikan serak itu dalam kehalusan sangat ringkih, mengayun pelan dalam irama sehanyut buih meniti ombak laut hitam.
“hidupin 3G kamu sayang…”
“bentar”
“kamu pa kabar?”
“kamu kenapa sayang?” aku terhenyak demi melihatnya sangat berubah, kepucatannya semakin pias, seakan sedikitpun tak tertinggal energi mentari disana.
bahkan tanaman lapuk berjuta tahun yang lalu, tertimbun lapisan sedimen berlapis-lapis, terlupa selaksa abad, legam, kadang rapuh kadang kokoh, mengauskan cakar besi caterpillar, masih mengandung kalori matahari, namun Anya, dia laksana penghuni titan beku, terus mengorbit pada saturnus.
“aku…”
masih, selalu dia berusaha tersenyum, kali ini partikel penyusun keindahannya bergerak dalam asimetrisitas, tak mampu menyembunyikan energi yang mungkin hampir tiada.
“kamu sakit?”
“mmm, sudah tiga hari aku bleeding sayang.”
“sudah ke dokter?”
lagi-lagi kecemasanku dijawabnya dengan loncatan atom tak beraturan.
“kamu bisa antar aku sayang?”
kali ini aku yang terdiam, karapuhan menyelubungiku, ketakberdayaan membuat lumasku seperti tercampur air, membuih, membuat semua pistonku cekat, diam, kehilangan torsi. E.C.U didalamku membatasi tenaga hingga tiada, terikat janji pada diri untuk setia pada satu cinta.
“tapi besok bisa kan?”
“aku usahain, kamu istirahat yang cukup ya.”
malam, gerah menyerang dalam gelap, mendung memilih mengayun diawangan, enggan menurunkan butiran kristal cair mencumbu bumi, menjadi perangkap kalori yang hendak terbang kembali ke mentari.
lelap, dinginnya udara mendesak tubuh mengeluarkan panas lebih, menciptakan delusi dalam kesadaran luar kendali saat mata terpejam, hujan spektrum pada retina enggan menghentikan aliran citra pada memori, memaksaku bertarung dengan ketakberdayaan, berlari meninggalkan keindahan terus mengejar. menjerit memintanya pergi, mengusir dengan tangis.
Pagi, jiwaku tak henti terengah, menjauhi serapah dan kutuk menyiksa. matahari dhuha seperti berjanji membakarku siang nanti. sekitarku menjadi barisan warna tertangkap diafragma pelan merengkuh, membatasi lensa menyusun citra tanpa bias.
“Anya…”
dalam ruang putih kebisuan, hamparan danau beku siberia menyambut, getaran pita suaraku mengeluarkan nada tanpa makna. dingin dalam genggamku perlahan menguap, menyampaikan keindahan merindu yang terus kugapai dengan wajah tengadah, jiwaku mendustai diri, melepaskan sentuhan terakhir, pada senyuman sirna dalam cahaya.
(mengenang dia, mei 1985 – mei 2009)



Hanya bisa tersenyum kagum pada postingan anda
pelan2 membacanya, sedang mencari apa gerangan saat-saat terakhir yang disentuhnya. Akhhhhh….
nyaman…gaya bahasanyaa
@wawan:aduh makasih atuh bapa..
@hariesaja:tadinya jg bermaksud begitu..argkhh..
@pengangguran menulis mimpi: hiks.. (jadi terkenang ini.. Hiks)
Disentuh jadi bergetar.. apalagi sentuhan terakhir
bagus short story nya.. masih mencari² makna sebenarnya
lagi dicari maknanya… teselipnah.. good kata2..
wawan dibilang bapa hahahaah…
@neng aia: sebenarnya tidak ada yang disembunyikan hehehe
@manusia hero: iya pa? padahal bahamburan ja..
gaya bahasanya bagus teh
kaya novel supernova
MANtap……
umpat duduk barangnah..kalo pina disurungi teh…sigar jua liur
mampir lagi aaaaaahhh….
@kelly: padahal aku gak suka ama dewi

sering-sering aja..
@iezul: teh kada, juz mangga handak lah?
@neng aia: mangga atuh neng..
hmm….bingung..coment…Selamat mengenang Dia !
Kunjungan pertama,thx ats knjunganx ke blog saya.. Comment mngenai postingan,ntr dlu ya..he,msh ngntuk ne,br bgun tdr.hehe
Dtngu knjungan brkutx.he
______________
nunggunya dimana nih?
“anyaaaaaaa…………”
hehe
__________________
mmmmmmmmmmm…………..:P
sapa yang disentuh ?
__________________
siapa kah? apa kah yang dimaksud?
mengenang “dia” yg mana neh…..nang saikungnya kah….atau yg saikung lagi atau yang saikung lagi……..:P
_____________________________
jahat cinta nih
Untung juga sempat tejadi “sentuhan terakhir”,, dari pada tidak sama sekali,,,helleh…
Ehem,,,heemmm
_________________________
he eh ya……….. baru kepikiran
wakakakakaka… iya om….