Tentang Kawan

[disclaimer] postingan ini menjemukan, garink, agak panjang, narsis, tidak menarik, curhat bete [disclaimer ini serius, bukan untuk menarik perhatian]
Lengkaplah kebete-an hari sabtu ini, siang-siang ke Deeno.net malah bertemu Candra Soulharmony. Yang bikin bete ternyata dia not bad as what i’ve thought before [:p]
Lagi nulis-nulis komen, listrik padam. Syed dah! akupun [terpaksa] terlibat perbincangan dengan Soulharmony, lumayan seru, u know it’s always fun when we talk about gals, hehehe. tentu saja diam-diam aku mengukur kekuatan lawan, mencari celah-celah lain yang bisa kucela dalam postingan.
Belum lengkap lagi proses pengumpulan data, telepon berdering, seorang flatmate waktu masih kuliah dulu mengharapkan bertemu, dirumah juragan gas banjarbaru 3 yang pernah kuceritakan dulu
“Gafur! Keif Hal?” jeritku sesampai disana, berpelukan [ini adat arab], baru bersalaman dengan lelaki mirip adam sandler itu. tentu saja posturnya lebih kecil.
Berbasa basi dan bercerita. Ternyata dia baru pulang dari menyelesaikan S2 nya di UIN, aku jadi surut, salut dan makin rendah diri. Cerita dilanjutkan tentang DR. Faisal, orang banjar, kawan seangkatan, tinggal di tembilahan, yang selesai meraih dua gelar doktor lebih cepat dari si Gafur. Sangarnya, menurut si Gafur, Faisal itu hanya Iseng ngambil S3 nya. satu dari Universita malaysia di KL satu lagi dari UIN ciputat. Tiap awal bulan, pulang ke jakarta, hari lain, absen diisikan kawan.
Faisal ikut seleksi PNS, satu di kehakiman, satu lagi Dosen. Dua-duanya diterima, aku makin tercenung, betapa beruntungnya flatemate-ku yang satu itu. Faisal memilih menjadi Hakim, untunglah aku tidak tertarik pada dua profesi pilihan Faisal, kecuali dosen dengan para mahasiswi, mungkin tak terbayangkan profesi dosen itu.
Penampilan Faisal kurang lebih seperti Lihan, lelaki yang dulunya membiayai sekolah sebagai tukang masak di dapur pesantren Darul Hijrah, bau sayur, penuh jelaga. Terakhir aku bertemu dengannya di syamsuddin Noor, dalam Armani [original] pada sebuah perjalanan menuju Hamburg, transit di jakarta. Lihan sekarang adalah millioner yang menulis namanya setelah merpati, kegilaan yang tidak pernah terfikirkan oleh probosutejo sekalipun. “Merpati Lihan”
Aku adalah orang yang mudah bahagia, karena menitipkan kebahagiaanku pada kebahagiaan orang lain. maksudku, melihat orang sukses cukup membuatku bahagia. [kadang minder juga sih]
Tentang kesuksesan kawan, ada yang lucu [menurutku]. suatu hari, dalam penerbangan dari jakarta menuju banjarmasin, aku bertemu dengan Bang ***** yang sudah menjadi bupati di HSU, Bang ***** yang menjadi ketua KPU dan beberapa teman lama yang menjadi pejabat lumayan. Mungkin baru pulang rapat di jakarta.
Seperti biasa, aku lecek, berpakaian seadanya, celana pendek selutut ditambah kain sarung diselempangkan seperti unyil, waktu itu aku pilek, tak ada cara lain menghangatkan tubuh kecuali kain sarung itu. untunglah mereka sudah biasa melihatku seperti itu, [mungkin juga pura-pura biasa dan sebenarnya risih]. Aku sendiri awkward bukan main, si unyil ditengah para lelaki berdasi.
Keminderanku sedikit berkurang, saat maskapai melakukan suatu kesalahan dan merasa harus menghiburku beserta keluarga dengan cara mengupgrade kelas penerbangan. maka teman-teman pejabat itu harus melewati tempat duduk-ku di Bisnis Class untuk menuju kelas ekonomi. yah, itulah hiburanku satu-satunya. [how pity]
Karena si juragan gas tak juga menghidangkan minuman, maka kuajak Gafur ke rumah. Disitu acara mendongeng dilanjutkan, berujung pada pertemuan di rumah makan cianjur bersama duta besar abdurrahman fakhir, yang ternyata orang kandangan. Sang dubes sedang melakukan penggalangan dana untuk mendirikan asrama Kal-sel di tengah area kampus Universitas bunga-bunga di Nasr City. Karena manusia super pernah menggelitik kepedulian pendidikan, maka aku menyambut baik usulan itu, apalagi yang bisa kulakukan? secara akademik aku benar-benar looser, terpaksalah aku mengadakan proyek mercu suar
Tak lama lagi asrama itu akan didirikan, sebuah kebijakan baru yang melegakan. Kudengar sih, sepeninggalku, dubes tertunjuk semakin baik dan merakyat. Sebelum Abdurrahman Fakhir, Bachtiar Ali [kalau tak salah] mengungkapkan adanya dana kesehatan yang tiap bulan disupplai dari Indonesia, dana itu dipergunakan beliau untuk membiayai kegiatan-kegiatan mahasiswa dibidang olahraga dan seni, seminar-seminar tidak lagi diadakan di apartemen kumuh, namun selalu di gendung Salah Kamil. lutchuwnya, seorang atase pen****kan malah mempersulit pengajuan proposal dengan tidak mau mencoretkan tanda tangan, terpaksa pengajuan dana itu sering dilakukan secara langsung dalam pembicaraan santai. Mungkin homestaff itu masih terpengaruh orde baru, dana tak terekspose, mending dibagi-bagi sendiri saja.
Sebelum Bachtiar Ali, dubes disana adalah DR. Quraish shihab, dimana dua putri cantik, chaca dan Hala [nasywa dan Nahla], adik presenter metro tipi Najwa Shihab, menjadi jembatan keakraban garden city dan Nasr City. Tempat para diplomat dan para mahasiswa. pada zaman DR. ini, rumah Dubes tidak dijaga ketat, aku biasa cuek makan siang, atau pipis di toilet samping kanan hall mewah sebelum ruang tamu, tak terasa feodal.
Sebelum DR. Quraish Shihab, ada Hasan Wirayuda, selain pendiam, yang aku ingat, hanya putri bungsunya, mahasiswi di Canada [rasanya sih]. Aku agak bingung juga saat lelaki pendiam ini menjadi mentri luar negeri.
Sebelum Hasan Wirayuda, Dubes gak ada asik-asiknya, sangat ordebaru sekali. Setelah pohon beringin berjaya disana, kabarnya dia diangkat menjadi gubernur salah satu propinsi di sumatra sebagai hadiah. Orde baru Man! everything can happen in Indonesia.
Cerita diakhiri seputar ******* yang pernah dituntut pelecehan seksual, sekarang ngambil S2 di Universitas Istambul. si S yang sukses jadi diplomat sambil meneruskan kuliah di teheran. dan si Z, bos malaysia-ku yang mati terbunuh di apartemennya, oleh seorang Indonesia asal Riau. Pemda Riau menyewakan seorang pengacara kelas dunia untuk menghindarkan orang ini dari hukuman mati, intinya perhatian pemerintah yang serius terhadap nasib rakyatnya.
Aku tidak kaget mendengar itu [sengaja tak bercerita tentang si Z, kasian sudah dalam kubur] yang pasti, orang itu adalah pemicu kebencianku pada negara Jiran, yang perlahan menjadi sombong setelah jauh lebih cepat pulih dari krisis ekonomi 98, masih ingat macan asia kan?
Ah, gelar-gelar itu, indahnya. Dan negeri-negeri itu, betapa aku merindunya.
Wajah Adam Sandler terlihat kusut, kutanyakan mengapa. Ternyata kawan, dia sedang berduka hati, lamarannya ditolak, padahal dia tampak masih sangat imut di umur 28. kuberikan Hp, kusuruh dia menengok galeri photo berisi gambar-gambar ladies cantik dan seksi, kutanyakan, adakah yang berkenan? dia menggeleng. Ah, ternyata dia bukan pemuja kecantikan, tak ada yang bisa kulakukan.
Dengan langkah gontai dia hidupkan alpa 2 R kesayangannya. Berpaling padaku sebentar lalu bertanya, “win, lagi ada duit gak?”
“Oh iya, ada, sebentar ya.” ah kawan, lengkaplah penderitaanmu, ujarku dalam hati, coba kamu blogger, tak perlu curhat sejauh ini.
“Ya sudah kalau ada, tolong hutang ente dibayar ya.” ujarnya ragu-ragu.
“Hah? Oh iya, aku lupa, berapa?” jawabku tak kalah gugup ditambah malu, sungguh tak ingat masih punya hutang padanya.
“Seratus win, thank’s, buat nambal beli rokok bulan depan.”
“Sip, tunggu ya.” aku bergegas kedalam, mencari-cari duit yang tersisa.
“Pakai kurs yang dulu aja win!” jeritnya.
Akupun terdiam, mau membangunkan istriku gak enak, sudah seharian kerja.
“Mmmm… ane transfer aja deh ya….” sahutku semakin malu….
“masyi.. la ba’s, asyufak ba’din, ma’assalamah.” katanya bercampur deru motor.
“ma’ssalaamah.”
Ai, betapa memalukannya, kukira dia hendak curhat.



Setuju dengan Bang Eoin, kadang kita bangga juga melihat kawan yg sukses, namun terkadang ada juga sedikit rasa iri yang mungkin membuat kita merasa segan jika bertemu….
kira-kira dialog terakhir itu artinya apa bang??
“wokeh, ketemu ntar aja lah! lam ‘ekum”
kurang lebih begitulah artinya.. hehehe
DIALOG terakhir ???????? anda harus masuk pesantren dulu untuk memahaminya meskipun tidak sampai lulus dan mendapatkan ijazah di sana yang penting anda dapat belajar Bahasa Arabian, atau anda membeli kamus, atau tanya dengan Uncle Google
Ehmmmm….foto2 “ladies” ? arghhhhh….:p
Waduwh.. Senang d cemburui istri.. Tenkyu cinta.. Muach…
Jangan cemburu cinta, erwin baik koq, sudah cukup dia bergelimang dengan dunia hitamnnya, dia begitu mencintai anda (seperti yang dia curhatkan dengan saya kemarin sambil menitikkan air mata). Foto di atas dia ambil dari handphone saya
betul kata teman2, kita masih punya rasa iri melihat keberhasilan orang dan senang melihat orang lain susah…
Menurutku sih asal jgn dengki aja.. Dan jgn sampe senang melihat penderitaan orang..
@Iwan : Kalau saya malah senang melihat orang kaya yang menjadi susah dan bangkrut artinya memberikan kesempatan kepada mereka yang akan kaya untuk menjadi kaya dan bersaing lagi
Semangat di barengi kejujuran.. maju terus
Salam Sayang
Ya! Pantang mundur!
@Kang Boed : Ada apa antara anda dengan erwin, koq pake salam sayang segala ??? LANJUTKAN kang
Trnyata mo nagih hutang to tmanny? Tpi benar jga mas, andai tman mas itu blogger. Mungkin gag segitunya curhatan tman mas itu. Wkakakakakak
Memalukan orang kuliah S3 tapi masih titip absen!
*melengos*
Jelek ya nitip absen? Kirain ga papa.. Hehe
@Vicky : Anda mirip dengan salah satu diantara 4 foto diatas. Nitip absen sioh tidak jelek, yang jelek itu udah nitip absen terus bayar SPP juga nunggak
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan saya umur sampai hari ini, sehingga saya bisa membaca postingan dan meninggalkan comment di sini.
Pujian dan rasa terima kasih saya ucapkan karena pernyataan anda di atas kalau saya ‘not bad as what i’ve thought before’, janganlah memandang saya dari SATU SISI saja, karena itu palsu. Pujian anda di atas merupakan cambuk bagi saya untuk terus-menerus berusaha menjadi orang yang tidak membuat orang lain bete dengan kehadiran saya di tengah-tangah mereka.
Pemilik POSTINGAN yang terhormat, dan pembaca yang budiman, pertama-tama saya ingin mengklarifikasi kalau nama saya adalah CHANDRA bukan CANDRA, dan Soulharmony adalah identitas atau sisi lain saya dalam dunia blogging, mohon di ralat, karena orang tua saya sudah mengeluarkan uang untuk tasmiyah memberi saya nama yang sangat indah itu.
Warga BLOGGER yang saya banggakan, melihat salah seorang teman Erwin yang bernama FAISAL yang mengambil S3 hanya iseng dan kuliah cuma nitip absen, saya sangat prihatin. Memang sih duitnya duit dia, tapi daripada ga ada hasilnya, mending dia memberikan dananya untuk S2 saya, dan saya janji akan membuat dia bangga karena tidak si-sia mengeluarkan duit untuk menyekolahkan saya.
Pembaca yang cerdas, saya hanya pernah mendengar nama Lihan dari koran saja, dan tidak pernah bertemu dengan orangnya langsung karena saya tidak ada kepentingan dengan beliau. Dan saya harap beliau tidak kenal dengan saya karena saya pernah menolak pengajuan kredit mobilnya di tempat saya.
Pembaca setia postingan Erwin, postingan ini sangat bagus, dan saya turut termotivasi setelah membacanya, namun menurut saya masalah utang-piutang apalagi yang jumlah cuma seiprit itu jangan dibawa-bawa dalam postingan karena merupakan aib pribadi.
Sebelum saya mengakhiri comment saya ini, marilah kita ambil hikmah dari postingan di atas, untuk diri kita dan orang lain, kita WAJIB iri karena keberhasilan orang lain supaya kita bisa, tapi jangan sirik dan dengki dengan keberhasilan orang lain itu (Ngaca donk !!!). Jangan hanya bisa membaca dan meninggalkan comment saja, tapi tolong di aplikasikan dalam kehidupan kita.
Berusahalah menjadi orang yang berguna, besok masih ada hari dimana kita bisa berubah ‘LEBIH CEPAT LEBIH BAIK’, maka LANJUTKAN !!!!!!!.
*habis nonton siaran ulang Debat Capres Putaran ke-2*
@soulharmony : SARAF !!!!!!!!!! Pidato koq di BLOG orang lain……….
@Soulharmony dan Anda
Bilang syaraf di sisi diri sendiri yang lain
Beh coba anda seorang blogger.. pasti….
@ManHer : Memangnya kenapa kalo Blogger
Hehehehe…
salam kenal
Baru abis baca2…
@tuteh : salam kenal juga
Ralat sedikit, poto d atas adalah poto nahla shihab dkk, putri DR. QURAISH SHIHAB, teman saya waktu msh kuliah dulu. Jadi bukan poto ladies, hehe.
Ralat lagi, faisal gak bayar Spp sendiri, pemda riau sangat royal pada pendidikan, itu intinya.
Silakan d teruskan komentarnya, postingan jadi tidak garink lagi! Btw auk salismaan banar nah.. Liut awak.
DR. Umar hasyim [rektor al azhar waku itu] berkata “selembar ijazah ini, berpotensi menghancurkan seluruh nilai amalan kalian” [pidato pasca wisuda thn 2000, angkatan 1032] beliau tidak tahu, pidato itu sering kugunakan sebagai apologi. Hehehe
wew, rasanya kayak baca novelnya habiburrahman, hehehe
lam knal bang
salam kenal juga
makasih kunjungannya.lam kenal
tak ada yang musti merasa malu, bos
smua orang punya kelebihannya sendiri-sendiri,
buktinya ente hebad bahasa arab & punya kawan2 yg sukses,
ente tinggal menunggu waktu saja.
okeh
sebenarnya yang bete tentang itu bukan saya, tapi my mom.. hehehe, saya sih enjoy ajah! thank’s! you’re the man
hmmm…bangga juga dengan mereka…walau tak pernah ketemu,
hahahaha…..chan….lagi koment yang banyak nih…hehehe….tentang kawan!….
hi ih, mana chandra nih? pina hinip..
chandra pidato diatas, wkwkwkw ..
tetinggal nah
__________
makanya am..
salam kenal
____
lam kenal juga Bank!
“Merpati Lihan”
Anda rupanya salah satu di antara orang-orang yang mudah terpedaya oleh iklan tulisan. “Merpati Lihan” adalah sebuah iklan untuk mempopulerkan nama Lihan yang walaupun gelar ustaznya telah dicabut oleh pp darul hijrah, ia tetap diminati oleh sekelompok orang yang ingin menjadikan nama Ust Lihan sebagai maskot dalam bisnis perampokannya di banua. Ya. Ada sekenario besar yang mempedayakan nama ust lihan untuk memelaratkan rakyat banua. Sebagai orang terpelajar anda harus paham ini!!!
jamil jiddan kitabatuk….min hikayah akhor ila hikayah ukhra,,,,,ahsan antakuna mistlu kang abik………..