Bu..jangan.. oh.. bu.. jangan…
Kata bahasa arab untuk bujangan adalah a’adzab. Lho apa bedanya dengan kata ‘adzab? a’adzab adalah bentuk supelative dari adzab. Bener ya? Superlative kan istilahnya untuk good-better-best. Ini artinya bahwa bahasa arab untuk bujangan adalah se-azab-azabnya azab. Nah kok makin rancu? susah memang kalo nulis gak ada script arabnya. padahal sudah plugged sih, tapi aku sendiri gak lancar ngetik Arab.
Apabila azdab dibahasa indonesiakan sebagai siksa, maka bujangan berarti sesadis-sadisnya siksa, wuih, betapa kejamnya. lalu mengapa bujangan tidak merasa tersiksa? Siapa bilang? aku yakin pasti tersiksa, bila tidak, tentu para badui zaman dahulu tidak memanggil bujangan dengan sebutan itu.
Aku sudah hendak menikah sejak lulus Aliyah dulu, namun dihadapkan pada dua pilihan oleh orang tuaku, menikah? atau kuliah? Yah, karena waktu itu aku mengira masa depan akan lebih baik andai aku kuliah, maka aku memilih kuliah daripada nikah. Bodohnya, mengapa aku tidak memilih dua-duanya saja. berguling-guling dilantai sampai keinginanku untuk kuliah dalam status married terlaksana. [ Mustahil! mamaku sangatlah kejam ]
Guruku melempar pertanyaan pada murid-muridnya, “mengapa kalian harus menikah?” pertanyaan itu beliau jawab sendiri, “karena pernikahan akan menyelamatkan kalian dari neraka-Nya”
Lho? bagaimana bisa? kataku dalam hati, berikut beliau menjelaskan, “Karena setiap kalian tidak bisa menjaga mata, alias jelalatan, kemudian kalian pandangi wajah istri kalian, serta merta dosa mata tadi sirna.”
wuih, sedap sekali, begitu sederhananya. maka sewaktu gathering tadi aku dan Manusia Super [yang kupancing melihat sesuatu] mempunyai kumpulan dosa berbeda. karena usai acara, aku segera memandangi wajah istriku, belum ditambah sabda begini, “apabila seorang suami memandangi istrinya dengan penuh cinta, maka Allah akan memandangi pasangan itu dengan pandangan rahmat.” wow…
tentu saja ini tergantung status manusia super sebenarnya, soalnya aku belum tahu pasti apakah dia sebenarnya sudah menikah atau belum, maafkan aku kawan, aku kan bukan spionase yang rajin mencari detil seseorang.
waduh, bisa jadi bertambah anggota KB yang menggelari aku “sang pengacau” atau “sang pembunuh karakter. setelah sebelumnya gelar itu diberikan oleh manusia hero, whiera dan soulharmony.
dalam Nash lain, Allah menggelari para bujangan dengan kata “Fakir”. Duwh, begitu menyedihkannya menjadi bujangan.
Yah, nilai memang bergeser, standar dosa juga berbeda, menurut Mansup lho! Namun ketetapan Allah tetaplah sama. oleh karena itu aku akan menuliskan kembali pesan-pesan lama dari orang-orang terdahulu.
1. Nikah itu setengah dari agama, maka kamu tinggal menjaga setengahnya lagi. mengapa bisa begitu? karena Shalat seorang beristri, 1 rakaatnya, setara dengan 70 kali shalat bujangan. ditambah dengan berjamaah 27 derajat lebih tinggi. bedeh.. bedeh.. bedeh.. nikmatnya berkeluarga… bayangkan ente shalat zuhur 280 raka’at. gempor-gempor deh.
2. seorang istri yang tanpa disuruh memijati suaminya yang sedang lelah, mendapatkan pahala 100 kali haji&Umrah yang diterima. naik haji mahal mam! dengan jit pijit doang dapet pahalanya. bila memijatnya dengan disuruh? dapat 50 kali pahala haji dan umrah yang diterima.
3. seorang istri yang menyapu rumahnya, maka seakan dia sedang menyapu masjidil haram.
memang aku tidak menyangkal, tingginya kebutuhan hidup di negeri tercinta Indonesia ini tidak berimbang dengan lapangan pekerjaan dan pendapatan perkapita yang sering menjadi pertimbangan pasangan saling mencinta dan sebenarnya siap menikah.
menurutku, abaikan saja itu. bukan memberi contoh tidak baik nih. dulu aku kabur hingga ke dumai, terlunta-lunta dan hampir jadi tukang beca. untunglah kawanku bernama umar, dia mempunyai sebuah toko disamping mesjid dekat imigrasi, dia berkata, “sudahlah win, mana mampu kau mengayuh beja itu, membawa tubuh penuh daging saja kau keberatan. selama tokoku ini masih buka, kau makan tidur sajalah di mesjid itu.” begitulah kata umar.
mengapa aku kabur, karena aku merasa, hubungan percintaanku dengan Farah, istriku yang super baik hati tapi cemburuan sekalleeee itu, sudah hampir memasuki ambang rawan, dan kapan saja bisa terjadi sesuatu yang menurunkan aku dan dia kederajat rendah banged.
Singkat cerita, aku balik ke bandung lagi, dan hanya mau menemui dia di kantor KUA. tentu saja KUA menolak menikahkan kami berdua, karena tak ada surat tawkil perwalian. Kuancam bapa penghulu itu begini, “kalau bapak tidak menikahkan aku sekarang, maka bapa harus menanggung dosa yang akan segera kami lakukan.
bedeee, tentu saja Penghulu itu ketakutan dan mau tak mau menikahkan kami. tentu saja ada konflik selanjutnya, tapi kan sudah terlanjur. Pernikahan itu di I’adah di mesjid sabilal muhtadin banjarmasin.
itu sekedar contoh paling ekstrim kawan! jangan kau tiru bila kepepet! aku hanya ingin menyatakan Pernikahan itu Indah dan jangan ditunda-tunda.
sebenarnya aku ingin berpanjang lebar lagi menceritakan ini, tapi ini kan Blog, kunjungannya singkat, untung kalau sudah dikerling, kalau dibandingkan dengan baca judul saja, atau langsung loncat ke komentar. Eh alasan sebenarnya bukan itu. manusia hero sudah teriak-teriak minta antari kelepon buntut yang lupa dihidangkan sore tadi waktu kawan-kawan dirumah..



Kenapa Om Link nya smuanya mnju ke Manher ,,? heE …
ada apa inI ..? serangan kah ini ..? hiaihaaa
# Rizal : hahaha… kyanya lo..
haha 2 kotak dlam beberapa menit habis di TKP
kasian bubuhan yang lain kada makan kalalapun hahah…
minta wan anggota baru za lah acil kalalapun heee
@Rizal: umpatan belajar zal ai. hehehe
@manher:wekeke
Ada seorang bujangan ngobrol dng temannya yang masih bujangan juga : Pernah denger gak kalo udah nikah katanya rejeki jadi lancar. Gw juga heran lho,..ada temen-temen yang udah nikah padahal kerjanya masih serabutan dan yang gila lagi pendapatannya aja untuk sendiri masih susah tapi udah berani mutusin untuk nikah. Setelah nikah, gak keliatan tuh keluarganya berantakan,..malah seneng2 aja. Gw aja bingung kok bisa ya…
Jadi,..apa emang bener klo dah nikah rejeki jadi lebih lancar ato setidaknya rejeki lebih terjamin. Gw mo nyaranin ama temen ndiri gak berani,..lha gw aja lon married,..apalagi buktiin yang seperti itu….
Bujangan satunya :
Ini lagi-lagi pengalaman temen sendiri,..yang pokonya kenal dulu,..ternyata berlanjut ke pelaminan itu juga karena desakan ortu si ce,..akhirnya dari situ,..ada aja jalan cari plus dapet rejeki. Salah satunya dari bantuan si ortunya si ce.
Ya moga-moga emang jodoh plus rejeki jadi bisa ya.
Kayaknya dari situ ada kesimpulan baru,..kl cari jodoh,..cari aja yang warisannya gede kali ya…
Ini kata yg ngasih komen : makanya, buruan nikahhhh!!!
Itu saya gus.. Hehe seandainya gak ada blog, saya bisa dibilang pengangguran 100%. Wah kalo saya critain Romantisme pengantin baru.. Hehe..
Sudah saya duga.. Pasti omongan saya tadi sore diposting.. Ternyata benar..!
Mau komen apa ya? Ini deh.. Lalu bagaimana dengan Rabiah Al Adawiyah yang menolak lamaran para lelaki karena cintanya sudah habis diberikan pada tuhannya? Fakir juga kah?
wah, keingat waktu ada tetangga yang lagi hamil mau naik pohon kelapa
tiba2 ada jelmaan rhoma irama teriak “BuJangan BuJangan”…kekekekekeekk
Zul tolong sinting, eh tolong fokus! Ente bujangan kah? Hehuehewkwkweke
salut dengan perjuangannya.
ternyata penghulu memang harus mau menikahkan, daripada dia dapat dosa? ya kan?
betul bu.. tepat sekali..
Tolong fokus pada niat baik saya. Biasanya orang mengutip nabi, saya mengutip anda, please take that as a compliment. Rabiah itu tokoh sufi, baik, kisah cintanya bagus. Tapi bukan nabi bukan sahabat. Hikayatnya tidak boleh dijadikan contoh dan dipertentangkan dengan dalil naqli. Saya sudah ziarah kuburnya, yang di mesir & yang di jordan [?]. Seandainya ada riwayat mutawatir sekalipun tentang rabiah, tetap tak boleh di jadikan teladan.
Apakah komen anda ini sebuah penegasan status anda? Biar saya ngga salah mendoakan? Hehe..
Maaf, saya selalu begitu bila terkesan dengan kawan. Menurut saya anda mengesankan
Sip! Like what i wrote above, with a “?”. Its not a protest, its a question.. Tapi kalau tidak salah juga, ada hadist atau fatwa(?) yang bilang, pernikahan yg niatnya hanya melegalkan zina juga tidak disuka2i tuhan banget.. Jadi tetap saja, semua kembali ke niat innamal amallubinniyat.. *sumpah saya ngawur nulis ini..*
about your [?] tentu saja fakir.. itu berlaku buad siapa saja, ingat lho, fakir beda artinya dengan miskin..
tentang fatwa, terkait dengan nikah mut’ah aka. kawin kontrak, ini masih dalam perdebatan.
kalo niat saya berzina untuk memberi kepuasan buat janda gimana ya mas menurut mas? hehehe
jkphl3 omppfniychtm, [url=http://kpzilekfibbh.com/]kpzilekfibbh[/url], [link=http://ygqzjtjzijxb.com/]ygqzjtjzijxb[/link], http://gbrijennrurh.com/
Ayo para bujangan segeralah menikah klo belum ada calon nyayikan lagunya WALI band
Yep!! betul itu!! jangan ditunda-tunda.. kata bimbo, berbuat baik janganlah di tunda-tunda
Serem juga ya kalo ada yg ngancam KUA gara2 kebelet nikah…hehhe…
harus itu isti.. jangan sampai birokrasi dan prosedur administrasi menjadi sebab suatu kebaikan terjadi
“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani)
Jadi ingat hadis itu. Dulu sudah terkonsep untuk membuat dua undangan resepsi. Satu dengan hiasan hadis merit pada umumnya, dan satu lagi dengan hadis di atas khusus untuk para sobat yang masih jomblo. Namun karena menimbang bahwa ini adalah acara sakral, akhirnya undangan nyleneh itu tidak jadi terlaksana karena pertimbangan sisi kemanusiaan.
Namun agak menyesal juga karena para jomblowan yang dulu itu statusnya masih bujangan juga sampai sekarang.
Nah lho, saya sebenarnya menghindari mengutip sabda lengkap begini, soalnya jadi berdosa apabila kita mengindahkannya.
sayang sekali mas tidak ditulis sekalian, padahal bisa jadi kesempatan mendapatkan pahala mereka yang menikah dengan dorongan dan motivasi dari kita.. apa harus menikah lagi ya? supaya bisa menuliskan hadits itu di undangan
wah iyaya…
kok diriku bisa begitu lugunya untuk mengeksposnya
kalo liat pic di atas, jadi ingat lagunya jacko…
tapi maaf ga bisa mengeksposnya karena sudah terjeglong di lubang pertama tadi
Hihi meskipun punya kesempatan, susah juga ya mas, mengeksplorasi lubang2 yang lain? Kalo saya takut tergolong kufur nikmat. Hehe
Wuih.. Sepertinya ini jadi semacam prejudis “saya menikah karena itu saya lebih baik darimu yang belum menikah” ya? Padahal itu para koruptor tangkapan KPK tidak satupun ada yang bujangan (komen fallacy, mengetest alur diskusi di blog ini)
* kabur sambil nyanyi isabella versi manohara*
oh.. pasti.. dan itu bukan kita yang bilang lho.. the prejudice is not from us. seorang koruptor sudah menikah tentu lebih baik dari koruptor yang bujangan .. hehehe..sama seperti pelacur yang berjilbab jauh lebih baik dari pelacur yang tidak berjilbab. mengingat seorang wanita bila tidak menutup auratnya, sepanjang mana dia berjalan, dia telah menjadi sebab dosa bagi semua lelaki yang melihatnya. dimana sekumpulan dosa itu juga akan ikut dia tanggung, mengingat dia adalah sebab dari suatu dosa terjadi. gitu pa.. hehehe
asa sedih nah jadi bujangan…*hiks-hiks-hiks* bila jua kah saurang ni kawin….(jangankan handak kawin, calonnya haja kadada)…..makasih mas kemaren baksonya..kawa diingatakan bila kopdar tu..wakakkak
Kata kawan saya. Diminta pada waktu dhuha. Saya dulu sdh saling cinta banget, tapi tak direstui keluarga, kecuali kuliah selesa. Diminta terus. Eh jadi ada jalan deh.
Oke kalau begitu.. Analogikan juga begini, om ewin ketemu 2 harimau yang lapar di hutan pinus belakang rumah itu. 1 harimau makan ga pake doa dulu, langsung embat. Satunya pake berdoa dulu baru lahap. Ada yang lebih baik? Bagi saya tidak, karena apapun ujung-ujungnya adalah om ewin jadi santapannya harimau.. Sama seperti koruptor dan pelacur di atas.
Maksud saya apa? Mbulet gini.. Cuma ingin menekankan pendapat pribadi saya, bahwa menilai manusia itu tidak sekedar dari apakah dia pakai jilbab atau tidak, menikah atau belum, poligami atau tidak.. Human are far beyond that..
Tentu akan ada tanggapan, apa seh pentingnya pendapat saya? Manusia yang menghentikan satu helai saja rambut di badannya agar tidak tumbuh, tidak mampu.. Yang penting kan apa kata tuhan?!
Benar. Dan saya yakin Tuhan saya tidak ndeso..
Itu dia intinya, coba dibaca lagi, yang bilang fakir itu saya? Atau tuhan? Atau nabi.. Hehe.. Btw kok defensif banget bang? Wekekeke.. Kan saya ada tulis juga, kita bisa saja menggeser standard, tapi ketetapan 4JJI tetap berlaku.. Betul kawan? :p
tentang harimau, tentu saja lebih baik yang pakai doa, meskipun yang jadi santapannya adalah saya. Hehe.. Sila dilanjutkan atuh kang..
Demi tuhan om.. Saya tidak defensif karena saya tidak merasa ada serangan.. Cuma seru aja, lama ga diskusi gini. He..
Dan sedikit catatan, siapa yg mengungkit masalah terminologi fakir itu om? Saya tidak. Silahkan baca lagi komentar saya sebelum2nya.
Dan celakalah saya, dengan referensi terbatas, saya tidak menemukan kata FAKIR dalam Qur’an yang artinya merujuk pada orang yang tidak menikah.
Saya juga tidak menemukan celaan tuhan pada orang yang tidak menikah. Yang ada malah ayat 235nya al baqarah yang bilang tidak berdosa bagi kamu menyembunyikan keinginan mengawini mereka dalam hatimu (doh.. Mulai bawa ayat saya..) dan juga 33 an-nuur yang menyarankan menjaga kesucian bagi yg belum menikah..
Wa man kaana Faqiiran yughnihum4JJI Min fadlih (ayat&suratnya pr, tolong saya diingatkan juga sebelum dan sambungan ayat di atas ) 4JJI tidak saja menyebut kata “Butuh/Perlu” (bukan dalam bahasa banjar) tapi juga menyebut kata Fadl (lawan katanya) isim masdar dari kata Fadil yang artinya kelebihan/keutamaan. Beda dengan kata miskin lawan kata ghina yang berarti kaya. Tafsir ayat diatas, dan barang siapa yang fakir (raji’ nya pada bujangan/mereka yang belum mendapatkan nikah.) Maka 4JJI akan memberinya Fadilah, dimana “H” Pada kata Fadlih, raji’ pada 4JJI.
Ditafsirkan juga, dan bila orang yg ingin menikah itu terhalang kemampuan memenuhi kebutuhan pra dan pasca nikah, maka 4JJI akan penuhi kebutuhan itu dari FadilahNYA.
Saya juga tidak bilang berdosa menjadi bujangan, saya menjelaskan kata bujangan dalam bahasa arab dan Fadilah Nikah. Hehehe.. Saya rasa postingan saya targhib nikah deh.. Hanya saja Dia telah menetapkan Fadilah yang banyak bagi yang menikah, yang hanya didapat bila sudah menikah, dan derajat nilai amalan yang berbeda. Bila diperhitungkan secara matematis, ya rugi dong jadi bujangan. Wekeke.. *saya sudah pernah culik isabela. Yang kubutuhkan cuman keberanian membuktikan cinta. Mengikatnya dan percaya padaNYA.*
wekekekwk… :kabur dengan hati riang :p reply fallacy* pengen tau melebarnya kemana diskusi ini :p
Beruntunglah saya bukan bujangan..he..he..!
Saya,,????????????
Kata teman sieh udah gak bujangan hik hik hik…
Lagi mencoba mencari celah,,,, untuk menghindari status ini…
Lajang Lajang Lajang
Tidak Apalah asal tidak lajang seumur hidup seperti >>>>><<<<<<
*Kai Bujang*
@aap: Alhamdulillah.. ente seperti telah mendapatkan dunia. yang mana hanya bisa dirasakan pria menikah saja heuwhuhauahuwah
@said: ehem.. ehem..
sebagai orang tua, Bundo ikut doa’akan eoin bisa segera sempurnakan separuh Dien..
seperti film korea kesukaan bundo.. ada separuh liontin yang perlu dipertemukan dengan pasangannya
mungkin seperti itulah sempurnya Dien yang dimaksud
saat kau berjalan.. sela-sela jarimu tak lagi kosong karena menggenggap jari-jari istrimu..
**bundo berusaha membuat eoin lebih termotivasi, ehm..
kalau aku tambah satu lagi.. jadi sempurna gak bun ya??
)
hahhha, begitulah klo ngomen dalam keadaan mengantuk..
kelewat pas kata-kata ‘farah istriku’..
ok eoin.. klo mau tambah satu lagi, tergantung pada farah
yang jelas.. bundo ‘TAK MENGIJINKAAANNNN…!!!!
itu lah mba, si farah sebenarnya gak punya hak untuk mengizinkan atau tidak..
masalahnya ya gitu deh… terlalu dan terlanjur cintah..
Tu kan.. Saya sih pakai ayat duluan tadi.. Sudah tau ilmu saya sendiri cetek..
Terima kasih infonya om, saya tunggu PRnya. Soalnya sudah dicari tapi belum ketemu di mana ayatnya itu tadi. Susah, saya da hafal qur’an..
Saya tidak sekalipun mendustakan manfaat nikah om, itu kan sudah jelas. Lahir batin dunia akhirat logika taqlid buta pernikahan memang membawa manfaat.
Saya cuma bilang, saya tidak setuju kalau dibilang seorang manusia lebih baik dari manusia lain karena dia sudah menikah.. Its not that simple..
Lagi pula, menikah tidak selalu bahagia.. Tak percaya? Tanya manohara… (doh! Manohara lagi!)
*kabur sambil pinjam gitar pakacil buat ngamen di murjani*
hei hei hei.. ente di murjani kah? sunyi banar nah disini nyaman auk kesana..
menikah emang gak simpel
wekwekwekwe.. memang bukan lebih baik.. tapi lebih beruntung..
tinggal bagaimana memanfaatkan keberuntungan ituw
bahagia tak bahagia menikah itu tetap lebih baik weeeeeee
wekwkeakaeka.. sudah kah nih?? soalnya terus terang, pilek saya berkurang karena dah lama gak diskusi wekwekwe…
sebenarnya saya nunggui poto saya yang chubby dan imut itu dikomen, beserta istri saya yang cantik itu. itu saja intinya.. kok pada gak ada komen tentang itu ya?? halah
Sudah gin.. Uyuh.. Auk menulis komen pakai keypad hp, asa bangkak ibu jari.. Imax nyaman ae di warnet taqin..
Beapa di murjani bedingin-dingin?? Baik mehayal manohara di kamar..
wakakaka kalu pang.. auk ja karena bengkak-bengkak di opmin makanya wadah takin.. lagi tapaluh pang nah kabanyakan makan durian.. pasti di setting untuk tidak load image ya kelo? hehe coba pakai ucweb bagus tuh.. cepat..
Woooowwwwwww keren postingannya…I like it…
Ayo menikahhhhhhhhhh!!!!!
hayuuuuuu… eh saya ngga deng.. cukup satu ajah..
menikahlah engkau pasti kaya….doakan auk lakas menuju ikatan yang suci itulah…
yoi……..kamwin he salah mas nikah itu indah mencegah perbuatan keji dan nista… salam juga dari warga balikpapan ya…
mansup itu banyaki ngelesnya, pasti
maklum, penyiar ..
yahhhh…klo cukup umur mending kawin aja deeeech..eh nikah maksudnya…kuacian tuh “ANU” nya ga dipake-pake heee. udah di kasih kok di sia-siain…pake nya jalan HALAL yaaaaa…lam kenal aja deccch dari myharmonis.blogspot.com
Ati2 ah..kelewat Usia keburu jenuh cari jodoh……nanti cucah lhoooo……ujung2nya harus dijodohin ama ortu ato temen……yahhhh…klo cukup umur mending kawin aja deeeech..eh nikah maksudnya…kuacian tuh “ANU” nya ga dipake-pake heee. udah di kasih kok di sia-siain…pake nya jalan HALAL yaaaaa…lam kenal aja deccch dari myharmonis.blogspot.com
assalamu’alaikum…
mas2 smua bisa mntk tLng ‘g…?
gni ane kn skrg msh kuL trz kmrn dpet tgz dri dosen dg judL
“menikah bernilai separuh agama”
permsalhn’y smpe skrg tu judL blum ktmu bku’y yg ngebhz detail tntng tu tdi…
ktk bca bl0g mas bnyk jg hadits ‘n slah stu ayat yg t’kait dg pembhsan ane…
so mintk tlng mas d’krimin hadits bkn arti’y saja…!
tLng mas…
syukr0n qobla wa ba’da